Home / Kegiatan / Read

No Image
Share On

Workshop KOTAKU Kabupaten Poso Tahun 2019

Posisi Poso yang terletak di tengah menjadikan kabupaten ini dilalui oleh Jalan Nasional Trans Sulawesi yang merupakan jalur strategis yang menghubungkan antar provinsi di pulau Sulawesi; Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Ini menjadi potensi bagi daerah untuk mengembangkan konsep destinasi wisata di Poso Kota. Selain dapat memicu peningkatan penghasilan warga melalui perdagangan dan jasa, pengembangan kawasan destinasi wisata juga menjadi stimulasi untuk membangun kesadaran warga untuk berprilaku hidup bersih dan sehat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Poso, Syamsuri saat membuka kegiatan Workshop Kota Tanpa Kumuh Kabupaten Poso.


Wakil Bupati yang telah menjabat sejak tahun 2016 ini melanjutkan, melalui Program Kotaku, Pemerintah Kabupaten mendapat peluang untuk merubah wajah kawasan yang sebelumnya kumuh menjadi berih dan tertata rapi. Mengingat salah satu misi Pemerintah Kabupaten adalah meningkatkan prasarana dasar untuk mengatasi berbagai masalah perkotaan berpedoman pada arahan tata ruang dan kelestarian lingkungan. Ia mengatakan, misi ini tentu bersinergi dengan Program Kotaku dalam mengatasi permasalahan infrastruktur dasar seperti sanitasi, pembuangan air limbah dan air minum. Olehnya, tim penyusun agar segera merampungkan dokumen RP2KPKP yang memuat roadmap pengurangan kumuh di Kabupaten Poso.

Sebagai daerah dengan kawasan pesisir dan dilintasi sungai, Poso menjadi rawan kumuh. Ada banyak kasus kesehatan yang harus diantisipasi; diare dan demam berdarah. Padahal Pelabuhan Poso udah mulai ramai pengunjung, apalagi dengan adanya Kapal Tol Laut yang melintasi Bitung-Parigi-Poso-Ampana Mantangisi-Pagimana-Bitung. Sayangnya sekarang pelabuhan kondisinya kumuh, banyak bangunan tua, sampah dan rumput sehingga perlu pembenahan.


Pemerintah Kabupaten Poso pun saat ini tengah giat mengkampanyekan prilaku hidup bersih dan sehat. Apalagi, saat ini Kabupaten Poso tengah bersiap untuk menyongsong Adipura. Pengurus BKM Wicaksono Kelurahan Gebangrejo, Sondong, mengusulkan agar dibentuk Brigsam (Brigadir Sampah) yang akan bertugas untuk mengawal kegiatan kebersihan di kawasan pesisir pantai dan sungai. Merespon hal ini Bappelitbangda Kab. Poso, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Poso dan OPD terkait akan mendiskusikan secara lebih teknis terkait usulan ini.

Saat pemaparan materi strategi kolaborasi, Erik Tomasoa, anggota Pokja PKP menyampaikan bahwa dalam dokumen RPJMD Kabupaten Poso telah dituangkan rencana kolaborasi oleh perangkat daerah; BSPS Provinsi, DAK Perumahan, PUPR, DLH, Kesehatan, CSR (BUMN, BUMD, CSR). Ia menegaskan, yang perlu dilakukan adalah memastikan realisasi usulan kegiatan tersebut terlaksana, membawa perubahan wajah kawasan dan berdampak pada pengurangan kumuh. Begitu juga dengan dana alokasi kelurahan, Lurah diminta untuk mengidentifikasi lokasi kumuh di wilayah masing-masing agar diintervensi menggunakan dana tersebut.

Workshop ini dilaksanakan pada Selasa (15/10) di Hotel Ancyra Poso dengan dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Kab. Poso, Unsur DPRD, Perangkat Daerah, Satker PIP, Unsur Perguruan Tinggi, Pokja PKP, Unsur Media, Aparat Kecamatan, Aparat Kelurahan dan Pengurus BKM. Di sesi diskusi terkait strategi pelaksanaan skala Kawasan, ada sejumlah masukan dari peserta. Berbagai masukan ini akan dibahas secara lebih teknis untuk dituangkan ke dalam dokumen RP2KPKP.

 

(PUPR Poso-CK)

Galeri


0

Total Kunjungan

0

Total Berita

0

Total Kegiatan